Yayasan Bina Insan Mandiri Indonesia Sukses (BIMIS) sinergi kembangkan 4 (empat) unit kerja terkait bimbingan Haji dan Umroh. Di antaranya LBIH Mandiri, Mandiri Islamic Centre (MIC), Keluarga Haji LBIH Mandiri (KAHAMAN) dan LPBHU Insan Mandiri.
Sekretaris BIMIS, Jufri mengatakan, yayasan berdiri tahun 2010 dan kini mulai terbentuk ribuan anggota, sehingga BIMIS mulai mengembangkan 4 unit kerja pada tahun 2026. Sebelumnya hanya unit kerja LBIH Mandiri, sebagai lembaga bimbingan ibadah haji dan umrah pertama yang menekankan pembinaan gratis dan profesional sejak 2007.
“LBIH Mandiri lebih dulu ada sejak tahun 2007, dan baru dilegalkan melalui Yayasan BIMIS pada tahun 2010. Pembaharuan tahun 2026, dengan pengembangan menjadi 4 unit kerja,” jelas Jufri, saat rapat kerja (raker) BIMIS di Aula Balai Besar Pemerintahan Desa Malang, Jl Raya Langsep 7 Kota Malang, Sabtu (17/10/2026).
4 Unit Kerja Yayasan BIMIS
Adapun 4 (empat) unit kerja di bawah Yayasan BIMIS, di antaranya:
1. Lembaga Bimbingan Ibadah Haji (LBIH) Mandiri.
Unit kerja bimbingan ibadah haji dan umrah yang menekankan pembinaan gratis dan profesional.
2. Mandiri Islamic Centre (MIC).
Unit kerja pengembangan kawasan manasik, pendidikan Islam, pembinaan umat, dan wisata edukasi.
3. Keluarga Haji LBIH Mandiri (KAHAMAN)
Sebagai wadah silaturahmi, pembinaan pascahaji, dan pengabdian sosial alumni.
4. Lembaga Pelayanan dan Bimbingan Haji–Umrah (LPBHU) Insan Mandiri
Sebagai wadah pelayanan dan pembinaan jamaah non-KBIHU serta tahap pengembangan kelembagaan.
Semua kegiatan 4 unit kerja tersebut difasilitasi dan disosialisasikan melalui pengembangan ekosistem digital BIMIS. Melalui integrasi Website bimis.id dan Aplikasi lbihmandiri.id.
“Pengelolaan database dihandel oleh tim kesekretariatan BIMIS untuk memfasilitasi unit kerja yang ada,” imbuh Jufri, mendampingi Ketua Yayasan BIMIS, Syaifuddin Aryus.
Laporan Keuangan dan Aset BIMIS
Sebelum pemaparan masing-masing unit kerja, Bendahara Yayasan BIMIS, Bayuaji SE Ak menyampaikan, laporan keuangan dan aset yang dimiliki. Salah satunya, kondisi keuangan 4 tahun terakhir 2022-2026 dan target pembangunan Mandiri Islamic Centre (MIC). Yakni kawasan praktik manasik, pendidikan Islam, pembinaan umat dan wisata edukasi di kawasan Langlang Tirtasani.
“Alhamdulillah, karena ini kerja ibadah demi menjaga kemabruran haji para alumni, aset dan saldo kas BIMIS murni dari mereka. Baik berupa donasi wakaf, hibah, infak dan zakat dari para alumni haji LBIH Mandiri sejak tahun 2007 hingga 2026,” jelas Bayu.
Program Kerja LBIH Mandiri
Sebagai unit kerja tertua sejak 2007, LBIH Mandiri konsisten menjalankan bimbingan ibadah haji dan umrah dengan pembinaan gratis dan profesional. Berdasarkan catatan Oktober 2025-September 2026, biaya operasional sekitar Rp85 jutaan per tahun atau Rp7 jutaan per bulan, disokong oleh para alumni. Sementara Calon Jemaah Haji (CJH) 2027 sebagai penerima manfaat bimbingan haji tanpa biaya alias gratis.
“Biasanya CJH saat mengikuti manasik di tempat lain harus berbayar, di LBIH Mandiri justru gratis. Kami para alumni yang tanggung biaya operasionalnya, tiap Sabtu di Masjid Muhajirin hingga praktik manasik sebelum keberangkatan,” jelas Coach Dian, jubir LBIH Mandiri.
Tim yang terlibat bekerja secara sukarela, sebagai bagian ikhtiar menjaga kemabruran haji dan balas budi. Lantaran pola yang diterapkan, para alumni wajib melayani calon tamu Allah SWT (duyufurrahman), lantaran ketika menjadi calon jemaah haji dulu mendapatkan pelayanan gratis. Sehingga, jemaah yang baru saja berangkat haji diberikan kesempatan melayani duyufurrahman (tamu Allah) calon jemaah haji, apapun bentuknya.

Program Kerja Mandiri Islamic Centre (MIC).
Unit kerja MIC melakukan pengembangan kawasan manasik, pendidikan Islam, pembinaan umat, dan wisata edukasi di kawasan Langlang Tirtasani. Kawasan MIC ini ditargetkan menjadi lokasi miniatur rangkaian ibadah haji, baik rukun haji dan wajib haji, terbesar di Malang Raya.
Saat ini fasilitas yang sudah ada dan sedang dibangun, di antaranya:
• Area Miniatur Ka’bah dan Sa’i,
• Area Arafah, Muzdalifah, dan Mina
• Area Jamarat
• Jalur tracking/jogging, taman, penerangan, jembatan, plengsengan dan parkir.
“Area MIC ini sudah pernah digunakan para calon jemaah haji tahun 2026, dan terus berproses,” ucap Plh Ketua MIC, Yuniar Risdiyanto Rizki.
Sementara fasilitas menuju proses pembangunan, di antaranya: gedung kajian manasik haji; ruang pengajian, pembinaan, pelatihan dan pembelajaran manasik haji bagi jamaah; gedung serbaguna/office; toilet dan utilitas; asrama/guest house.
“Target RAB sekitar Rp9,5 miliar, jika semua sarana dan prasarana sudah terbangun semua. Untuk itu, kami sedang mengupayakan penggalangan donasi bersama para alumni dan mitra, tak menutup kemungkinan TJSL/CSR perusahaan,” tutupnya.
Program Kerja Keluarga Haji LBIH Mandiri (KAHAMAN)
Sebagai wadah silaturahmi, pembinaan pascahaji dan pengabdian sosial alumni, KAHAMAN sedang menginventarisir sekitar 1.510 alumni sejak 2012. Rencananya, para alumni dan mitra akan dilibatkan dalam semua program dari 4 unit kerja saat ini.
“Saat ini, kami baru bisa mengumpulkan sekitar 340 alumni yang kembali bersilaturahmi. Harapannya, hingga akhir tahun kami bisa mengumpulkan semua dalam sebuah gathering, agar silahturahmi tetap tersambung,” ucap Ketua KAHAMAN, Syaifullah Santoso.

Program Kerja Lembaga Pelayanan dan Bimbingan Haji–Umrah (LPBHU) Insan Mandiri
Sebagai wadah pelayanan dan pembinaan jamaah non-KBIHU, serta tahap pengembangan kelembagaan. LPBHU berbeda konsep dengan KBIHU pada umumnya, lantaran calon jemaah haji yang tergabung menjalani seleksi ketat.
“Jadi kami tidak bersaing dengan KBIHU, karena CJH yang tergabung menandatangani komitmen yang tidak mudah. Bahkan ada pre test dan post test,” ucap Jubir LPBHU IMAN, MT Cahyo.
Tujuan program kerja LPBHU IMAN Tahun 2026–2027, di antaranya:
• Membentuk jemaah haji tangguh dan siap menghadapi tantangan.
• Memperkuat kompetensi melalui asesmen, pembinaan, dan pendampingan yang tepat sasaran.
• Menanamkan nilai keikhlasan, kemandirian, kedisiplinan, dan kebersamaan.
• Meningkatkan kesiapan ilmu, fisik, mental, dan spiritual sesuai ruang lingkup pembinaan.
• Membantu jemaah menjaga kemabruran setelah menunaikan ibadah haji.
(rhd)